[quote_center]”Let design build the future”[/quote_center]

IDE ART 2015 dengan tema Indonesia pada milenium ketiga, telah menarik perhatian massa untuk datang saat itu 10 – 11 April 2015. Diselenggarakan oleh mahasiswa IDE Desain Produk Industri ITS, tahun ini mereka mengusung tema “2045” dimana dimasa itu adanya isu bahwa Indonesia akan menjadi negara adidaya.

Bertempat di lingkungan kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, mereka merombak tempat itu menjadi tidak biasa. Diawal pengunjung masuk, dihadirkan booth dari berbagai industri kreatif. Bazaar kreatif dan self branding dihadirkan yang pastinya membuat pengunjung tidak akan mengabaikannya.

 

Berbagai seni kreatif mereka tampilkan sebagai ajang pameran sesuai tema yang diusung. Tidak hanya dalam bentuk yang diam, adapun berbagai kreasi seni yang dibumbui pada orang yang berkeliling di acara. Suasana IDE ART 2015 menjadi menyenangkan untuk disimak.

Sebelum puncak acara digelar, ada acara yang diselenggarakan. Bincang santai disebuah talkshow 8 Februari 2015 yang mengundang Keenan Pearce sebagai pelaku industri kreatif, Mark Yoshua Widjaja sebagai output dari industri kreatif, serta Walikota Surabaya Tri Rismaharini sebagai dukungan pemerintah terhadap industri kreatif di Indonesia. Setelahnya ada kompetisi desain di bulan Maret 2015 Kompetisi Desain pada Bulan Maret 2015 yang terdiri dari 2 kategori untuk SMA kompetisi Desain Sepatu dan Ilustrasi Postcard serta kategori Umum kompetisi Desain Furnitur, Desain Mobil MPV Masa Depan serta Desain ILustrasi Kaos. Hasil kompetisi desain ditampilkan pada puncak acara IDE ART 2015 dan para pengunjung bisa memilih desain yang disukainya dengan cara menempelkan stiker dari pembelian tiket.

 

Tersedia dua panggung, panggung 1 untuk penampilan seni dengan alat musiknya. Sementara panggung 2 untuk penampilan seni tari, fashion, dengan desain video mapping. Panggung 2 menjadi daya tarik tersendiri di IDE ART 2015, seni pertunjukan video di panggung dengan berbagai atraksinya yang ditampilkan membuat pengunjung kagum dan bersorak.

 

Berbagai band main di panggung IDE ART 2015. Di hari pertama ada Kolibri dan Hetch sebagai band lokal Surabaya. Di akhir acara ada Dried Cassava yang membawakan lagu dengan aliran sesuka mereka. Namun disayangkan, Dried Cassava tidak dapat menampilkan sang vokalis, Baskoro Adhijuwono dikarenakan sakit.

“Get well soon Bas! Show kita malam ini didedikasikan untuk kesembuhan lo!”, post dari facebook Dried Cassava sehari sebelum perform.

 

Moskimos dengan power melodic-nya perform di hari akhir IDE ART 2015. Disempatkan oleh biduan kondang dari alam raya, Silampukau perform di ITS sebelum helatan album Dosa, Kota, & Kenangan yang bertepatan dengan Record Store Day 2015. Porn Ikebana, setelah tidak terlihat diatas panggung setelah 2 tahun, akhirnya mereka kembali memamerkan musiknya juga. SUB instrumental music, ROBOT ft. Pathetic Exp dapat membuat pengunjung menuju milenium ketiga. Durasi satu jam dengan musik instrumental membawa kesan venue menjadi fiktif.

Midnight Quickie! sebagai performer di penghujung acara IDE ART 2015. Musik EDM menghantui telinga pengunjung yang sontak membuat mereka bergerak bebas mengikuti irama. Tami sebagai lead singer bersama 2 DJ’s Aydra & Irsan mengatur suasana IDE ART 2015 dengan konsep mash up live mereka. Lagu-lagu internasional mereka bawakan, adapun musik nasional seperti Bento dari Iwan Fals dan Separuh Nafasku dari Dewa 19. Tidak ketinggalan, lagu-lagu Midnight Quickie mereka bawakan. Lagu Bebas Lepas mereka bawakan sebagai penutup perform mereka kala itu.

Leave a Reply