Sesuai dengan namanya, Zat Kimia, kuintet rock asal Bali yang lahir sejak 2009 telah berhasil menyebarkan adiktif melalui bebunyian rock alternatif. Tak hanya dari segi aransemen musik yang diramu dalam proses akurat, namun dari segi lirik pun band yang digawangi Ian Josua Stevenson (gitar, vokal), Edi Pande Kurniawan (bass), Nobertus Rizki S. (drum), dan Bimo Haryputra (gitar) ini mengolahnya dengan baik hingga mudah merasuk dan terlapalkan para pendengarnya.

Setelah merilis 2 lagu, Dalam Diam dan Feromon beberapa waktu lalu, 27 Agustus 2017 Zat Kimia resmi merilis album perdana setelah 8 tahun bereksperimen di kediaman Ian, sebuah karya yang dipersiapkan matang dan dilahirkan dalam bentuk CD bernamakan, Candu Baru; sebuah anggapan yang lahir dari mereka bahwa nama album perdana ini berkaitan erat dengan nama Zat Kimia sendiri, dilihat dari segi mana pun.

Kecanduan dalam Wikipedia diartikan sebagai kondisi dimana tubuh atau pikiran dengan parahnya menginginkan sesuatu, serta dipandang sebagai keterlibatan terus-menerus dengan sebuah zat atau aktifitas. Album Candu Baru dianggap sebagai sebuah landmark bahwa ia terlahir di era dimana manusia telah tercandu pada hal baru yakni internet – diperjelas dalam lagu berjudul Candu Baru yang menceritakan kisah kecanduan manusia terhadap internet dan gadget. Era sekarang dianggap sebagai momen tepat untuk menyebarkan Candu Baru; 8 tahun bukan waktu yang singkat dalam memproses dan menunggu kelahiran sebuah karya. Perlahan tapi pasti.

Karma, nafsu, harapan, waktu, cinta, hingga candu baru adalah penggalan-penggalan cerita yang disuntikan Zat Kimia ke dalam 10 nomor di album Candu Baru ini. Semua proses dan pengerjaannya dilakukan oleh Ian di kediamannya, serta beberapa lagu turut diciptakan oleh Mark, seorang kerabat yang merupakan cikal bakal lahirnya Zat Kimia, serta Dadang Pranoto dari Dialog Dini Hari.

Sumber: Press release Zat Kimia

Leave a Reply