Belakangan ini kian muncul intrik-intrik gesekan kesenjangan, baik secara mayor pun minor. Sosial, politik dan “media”, tak bosan-bosannya menyelimuti duka, semacam perlombaan untuk menunjukan siapa yang paling hebat, dalam artian menghambarkan rasa kepercayaan  hal yang itu-itu saja. Semacam ter-tradisikan di benak kita.

Pembelengguan keadaan, adu domba, fakta yang di-fiktif-kan;fiktif yang di-fakta-kan, kepentingan politik dan intimidasi, tradisi intrik ini oleh Anolian diangkat menjadi sebuah bahasan tersendiri dalam kolase EP mereka “Truth Has Gone” berisikan 5 buah materi: Escape, Falsegod, Enslaved, Betrayal serta Rise.

Anolian dibentuk tahun 2014, unit Punk/Hardcore ini ber-konstituen; Nicko Saputra (Vokal), Agung Pranata (Gitar), Gustu Jayawiguna (Gitar), Dede Surya (Bass) dan Deva Maliarda (Drum). Untuk olah artwork, mereka percayakan kepada Yudi Aditya. Proses rekaman terjadi di dua studio secara tracking, Warehouse Studio dan Rockness Studio. Mixing-Mastering oleh Utha (Parau). “Truth Has Gone” dirilis via CD oleh naungan Skullism Records, label indie asal Denpasar.

Falsegod sebagai nomor yang dijagokan bisa disimak melalui kanal soundcloud Skullism Records; soundcloud.com/skullismrecords/anolian-falsegod

Leave a Reply